CELAH BIBIR DAN PALATUM PDF

)etiap perbaikan celah bibir dan palatum diperlukan anestesi umum, karena anak harus dapat berbaring diam untuk jangka *aktu yang cukup lama /sekitar 1 0. Biasanya, celah (cleft) pada bibir dan palatum segera didiagnosa pada saat kelahiran. Deteksi prenatal CLP/CP (cleft of the lip with or without. Setiap perbaikan celah bibir dan palatum diperlukan anestesi umum, karena anak harus dapat berbaring diam untuk jangka waktu yang cukup.

Author: Mibar Doulrajas
Country: Guadeloupe
Language: English (Spanish)
Genre: Relationship
Published (Last): 4 November 2007
Pages: 72
PDF File Size: 11.11 Mb
ePub File Size: 11.60 Mb
ISBN: 837-1-71486-574-2
Downloads: 42283
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Goshura

Diskusi CLP

Published on Dec View 27 Download Biasanya, celah cleft pada bibir dan palatum segera didiagnosa pada saat kelahiran. Kelainan ini terjadi karena adanya gangguan pada kehamilan trimester pertama yang menganggu proses tumbuh kembang janin. Faktor yang diduga menyebabkan kelainan ini akibat kekurangan nutrisi, obat-obatan, infeksi virus, radiasi, stress pada masa kehamilan, trauma dan faktor genetik. Derita psikis dialami keluarga dan kelak dialami pula oleh penderita setelah menyadari dirinya berbeda dengan yang lain.

Komplikasi celah langit

Secara fisik adanya celah akan membuat kesukaran minum karena daya hisap yang kurang dan gangguan bicara1berupa suara yang sengau. Penyulit yang juga mungkin terjadi adalah infeksi telinga tengah, gangguan pendengaran serta gangguan pertumbuhan gigi dan rahang. Meskipun tingkat dasar clefting 1: Diagnosis yang benar sebuah anomali sumbing adalah fundamental untuk pengobatan, untuk etiopathological genetik yang lebih lanjut dan penelitian, serta untuk langkah-langkah pencegahan kategori orofacial clefts yang benar.

Kelainan ini terjadi karena adanya gangguan pada kehamilan trimester pertama yang menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembang janin. Faktor yang diduga menyebabkan terjadinya kelainan ini adalah kekurangan nutrisi, obat-obatan, infeksi virus, radiasi, stress pada masa kehamilan, trauma dan faktor genetik.

Insiden bibir sumbing di Indonesia belum diketahui. Hardjo-Wasito dengan kawan-kawan di propinsi Nusa Tenggara Timur antara April sampai Nopember melakukan operasi pada kasus bibir sumbing atau celah langit-langit pada bayi, anak maupun dewasa di antara 3 juta penduduk.

Timbulnya celah tidak ada hubungannya dengan pola warisan Mendelian, dan hal tersebut menunjukkan bahwa celah yang timbul diwariskan secara heterogen. Pandangan ini didukung dengan fakta dari beberapa penelitian pada anak kembar yang menunjukkan pengaruh relatif genetik dan non-genetik terhadap timbulnya celah.

Celah unilateral sembilan kali lebih banyak dari celah bilateral, dan terjadi dua kali lebih sering pada sisi kiri daripada sisi kanan. Laki-laki lebih dominan dalam celah bibir dan langit-langit, sedangkan celah langit-langit terjadi lebih sering pada wanita.

Pada populasi putih, bibir sumbing dengan atau tanpa celah langit-langit terjadi pada kira-kira 1 dalam 1. Entitas ini dua kali lebih umum di populasi Asia, dan sekitar setengah dari Afrika dan Amerika. Kelainan ini juga bersamaan dengan kelainan bawaan lainnya.

Penyebabnya mungkin adalah mutasi genetik atau teratogen zat yang dapat menyebabkan kelainan pada janin, contohnya virus atau bahan kimia. Selain tidak sedap dipandang, kelainan ini menyebabkan anak kesulitan ketika makan, gangguan perkembangan berbicara dan infeksi telinga.

Faktor resiko adalah riwayat celah bibir atau celah langit-langit pada keluarga serta adanya biblr bawaan lainnya. Risiko tergantung pada apakah proband memiliki selah bibir sendiri CLcelah bibir dan4langit-langit yang terbelah CLPatau celah langit-langit sendiri CP.

Isolated cleft disebabkan oleh multigen dan atau pengaruh faktor lingkungan. Walaupun gen memiliki peran penting, dalam embriogenesis wajah, faktor lingkungan berperan sama penting.

Ada tiga kategori faktor lingkungan yang berpengaruh dalam pembentukan janin, palatu teratogen, infeksi, dan nutrien serta metabolisme kolesterol. Ibu hamil yang merokok menjadi faktor penting penyebab CLP.

Teratogen lainnya yang meningkatkan risiko CLP diantaranya adalah obatobatan, seperti antikonvulsan phenytoin dan benzodiazepines, atau pestisida, seperti dioxin. Ahr aryl-hydrocarbon receptormisalnya, berperan sebagai reseptor dari senyawa aril hidrokarbon yang terdapat dalam asap rokok. Masuknya aril hidrokarbon ini jelas mempengaruhi perkembangan janin, walaupun ibu hamil hanya berperan sebagai perokok pasif. Selain teratogen, infeksi dan nutrisi juga berperan dalam perkembangan janin.

Kekurangan nutrisi asam folat misalnya, menjadi salah satu penyebab bayi lahir dengan ;alatum kongenital, seperti CLP. Apabila gen-gen tertentu telah membawa sifat CLP, namun tidak dipicu oleh faktor eksternal, ada kemungkinan fenotip CLP tidak muncul.

  ARM ARM REMY CHARLIP PDF

Ada pula gen yang memang telah mengalami mutasi sejak awal, yaitu dari orang tuanya. Gen yang telah mengalami mutasi ini akan menurunkan sifat kepada keturunannya. Mutasi tertentu dapat diturunkan, dengan syarat terjadi pada sel gamet ovum atau spermatozoa.

Mutasi pada sel somatik tidak diturunkan. Karena banyak dari fetus abnormal6meninggal di dalam kandungan atau diakhiri, insiden CLP dan celah pada palatum sekunder pada populasi prenatal lebih tinggi dibanding populasi postnatal. Pertumbuhan palatum dimulai pada sekitar 35 hari usia kehamilan disertai timbulnya pembentukan wajah.

Pada pembentukan palatum primer, penyatuan dari bbiir nasal medial medial nasal process MNP dan prosesus maksilaris bibri process MxP diikuti penyatuan prosesus nasal lateral lateral nasal process LNP dengan MNP.

Kegagalan dalam penyatuan atau gangguan dari proses penyatuan ini menyebabkan timbulnya celah cleft pada palatum primer. Asal usul dari palatum sekunder diawali dengan selesainya pembentukan palatum primer.

Palatum sekunder timbul dari lempengan yang tumbuh dari aspek medial MxP.

Dua lempengan ini bertemu pada garis tengah dan proses penyatuan dimulai ketika lempengan tersebut7bergerak ke arah superior. Gangguan pada penyatuan ini dapat menyebabkan celah cepah palatum sekunder. Palatum sekunder membentuk posterior stuktur palatum hingga foramen insisif. Celah pada elemen palatum primer, dengan atau disertai celah pada palatum sekunder, dapat menyebabkan CLP.

Hal tersebut merupakan akibat dari biibr ataupun kedua prominens nasal medial untuk menyatu dan bergabung dengan prominens maksilari selama minggu usia kehamilan; penyatuan palatum sekunder terjadi pada minggu usia kehamilan. Celah pada palatum sekunder sendiri memiliki etiologi yang berbeda dengan CLP dan terjadi hanya satu tiap 2. Tanda dari palatinaterputus pada D dan F menunjukkan panah menunjukkan prosesbagianpertumbuhanmedialposteriorlateral.

Fetoskopi telahdigunakan untuk memberikan gambaran wajah fetus. Akan tetapi teknik ini bersifat invasif dan dapat menimbulkan resiko menginduksi aborsi. Teknik lain seperti ultrasonografi intrauterine, magnetic resonance imaging, deteksi kelainan enzim pada cairan amnion dan transvaginal ultrasonografi keseluruhannya dapat mendeteksi dengan sukses CLP secara antenatal.

Tetapi, pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dibatasi pada biaya, invasifitas dan persetujuan pasien. Ultrasound transabdominal merupakan alat yang paling sering digunakan pada deteksi antenatal CLP, yang memberikan keamanan9dalam prosedur, ketersediaannya, dan digunakan secara luas pada skrining anatomi antenatal. Mereka dapat menemui anggota dari kelompok yang memiliki CLP, belajar mengenai pemberian makanan khusus dan memahami apa yang harus diharapkan ketika bayi lahir.

Sebagai pembanding, ibu yang menerima konseling pada 2 pekan awal kehidupan mungkin akan lebih merasa bingung dan kewalahan. Deteksi dini juga memperkenankan kepada ahli bedah untuk bertemu dengan keluarga sebelum kelahiran dan mendiskusikan pilihan perbaikan.

Dengan waktu konseling dan rencana yang tepat, memungkinkan celay melaksanakan perbaikan dari unilateral cleft lip pada minggu pertama kehidupan. Meskipun persoalan teknik dan etika seputar konsep utero manipulasi perlu ini masih belum dipertimbangkan, dapat dipecahkan. Celah dapat terlihat seperti sudut kecil pada bibir atau dapat memanjang dari bibir hingga ke gusi atas dan palatum.

Karena letaknya yang tersembunyi, tipe celah ini tidak dapat didiagnosa hingga beberapa waktu. Kelainan komplit, inkomplit, microform, unilateral atau bilateral. Bibir disingkat sebagai L lipsgusi disingkat A alveolar.

Langit-langit di bagi menjadi dua bagian dann H hard palate dan S soft palate. Bila normal tidak ada celah maka urutannya dicoret, celah komplit lengkap dengan huruf besar, celah inkomplit tidak lengkap dengan huruf kecil dan huruf kecil dalam kurung untuk kelainan microform. Lokasi celah berada di celan kanan dan kiri, celah komplit 2.

Cleft Lip and Palate dengan lokasi celah komplit pada soft palate, hard palate, alveolus dan bibir bagian kiri. Pada tahap sebelum operasi yang dipersiapkan adalah ketahanan tubuh bayi menerima tindakan operasi, asupan gizi yang cukup dilihat dari keseimbangan berat badan yang dicapai dan usia yang memadai. Selain rule of tens, sebaiknya bebas dari infeksi pernapasan sekurang-kurangnya lebih dari dua minggu dan tanpa infeksi kulit pada waktu operasi dan dari hasil pemeriksaan darah leukosit12kurang dari Misalnya memberi minum harus dengan dot khusus dimana ketika dot dibalik susu dapat memancar keluar sendiri dengan jumlah yang optimal artinya tidak terlalu besar sehingga membuat bayi tersedak atau terlalu kecil sehingga membuat asupan gizi menjadi tidak cukup, jika dot dengan besar lubang khusus ini tidak tersedia bayi cukup diberi minum dengan bantuan sendok secara perlahan dalam posisi setengah duduk atau tegak untuk menghindari masuknya susu melewati langit-langit yang terbelah.

  BLACKMAGIC DESIGN TERANEX 2D PROCESSOR PDF

Selain itu celah pada bibir harus direkatkan dengan menggunakan plester khusus non alergenik untuk menjaga agar celah pada bibir menjadi tidak terlalu jauh akibat proses tumbuh kembang yang menyebabkan menonjolnya gusi kearah depan protrusio pre maksila akibat dorongan lidah pada prolabiumkarena jika hal ini terjadi tindakan koreksi pada saat operasi akan menjadi sulit dan secara kosmetika hasil akhir yang didapat tidak sempurna.

Plester non alergenik tadi harus tetap direkatkan sampai waktu operasi tiba. Tahapan selanjutnya adalah tahapan operasi, pada saat bkbir yang diperhatikan adalah soal kesiapan tubuh si bayi menerima perlakuan operasi, hal ini hanya bisa diputuskan oleh seorang ahli bedah.

Usia dab untuk operasi bibir palagum labioplasty adalah usia 3 bulan. Usia ini dipilih mengingat pengucapan bahasa bibir dimulai pada usia bulan sehingga jika koreksi pada bibir lebih dari usia tersebut maka pengucapan huruf bibir sudah terlanjur salah sehingga kalau dilakukan operasi pengucapan huruf bibir tetap menjadi kurang sempurna. Operasi13untuk langit-langit palatoplasty optimal pada usia 18 20 bulan mengingat anak aktif bicara delah 2 tahun dan sebelum anak masuk sekolah.

Operasi yang dilakukan sesudah usia 2 tahun harus diikuti dengan tindakan speech teraphy karena jika tidak, setelah operasi suara sengau pada saat bicara tetap terjadi karena anak sudah terbiasa melafalkan suara yang salah, sudah ada mekanisme kompensasi memposisikan lidah pada posisi yang salah.

Bila gusi juga terbelah gnatoschizis kelainannya menjadi labiognatopalatoschizis, koreksi untuk gusi dilakukan pada saat usia 8 9 tahun bekerja sama dengan dokter gigi ahli ortodonsi Tahap selanjutnya adalah tahap setelah operasi, penatalaksanaanya tergantung dari tiap-tiap jenis operasi yang dilakukan, biasanya dokter bedah yang menangani akan memberikan instruksi pada orang tua pasien misalnya setelah operasi bibir sumbing luka bekas operasi dibiarkan terbuka dan tetap menggunakan sendok atau dot khusus untuk memberikan minum bayi.

Kesukaran minum karena daya hisap yang kurang dan banyak yang bibif. Perlu seorang pekerja sosoial di bawah psikososial.

Untuk penampakannya serta fungsi velum yang baik perlu pembedahan yang secara estetik bagus, baik untuk bibir, hidung rahang. Disamping jasa seorang spesialis bedah plastik, juga perlu didukung dokter gigi spesialis ortodentist. Untuk penyulit telinga dan fungsi pendengaran perlu jasa spesialis THT. Tujuan dari rekonstruksi adalah mempertahankan bentuk dan fungsi morfologi wajah normal, menghasilkan kondisi optimal untuk proses mastikasi, pendengaran, bicara dan pernapasan serta status.

Adapun kontraindikasi adalah malnutrisi, anemia intoleransi terhadap general anastesi serta gangguan jantung. Menerangkan bagaimana memberi minum bayi agar tidak banyak yang tumpah. Dibuatkan record psikososial pasien sebagai bagian record CLP pada umumnya. Tahapan-tahapan operasi CLP 1,3: Teknik operasi15yang umum bubir adalah teknik millard, cara ini menggunakan rotation advancement flap dari segmen lateral dan menyisipkannya ke subkutan vermillion daj untuk membuat sentral vermillion sedikit menonjol dan dapat menghilangkan kolobama.

Flap ini disebut flap Djo. Ceoah celah bibir inkomplit maka Cheiloraphy dilakukan sama seperti penanganan celah komplit. Disamping itu dasar vestibulum nasi juga harus dibuat pada waktu yang sama.

Teknik Rose-Thompson melibatkan kurva atau sudut kulit dari tepi celah untuk memperpanjang bibir sebagai garis lurus. Pada teknik HagedornLeMesurier elemen bibir medial diperpanjang dengan memasukan flap quadrilateral yang dihasilkan dari elemen bibir lateral. Pada teknik Skoog, elemen bibir medial diperpanjang dengan memasukan dua flap triangular yang dihasilkan dari elemen bibir.

Teknik triangular dikembangkan oleh Tennison dan kawan-kawan dengan menggunakan flap triangular dari sisi lateral, dimasukkan ke sudut di sisi medial dari celah tepat diatas batas vermillion, melintasi collum philtral sampai ke xelah cupid.

Celab ini menambah panjang di sisi terpendek dari bibir.